2. Penyebab kegagalan dalam pengembangan maupun penerapan sistem informasi di suatu organisasi, dengan merujuk pada pendapat Rosemary Cafasaro.

Semakin meningkatnya teknologi, maka meningkat pula kebutuhan suatu perusahaan akan suatu sistem informasi di dalam suatu organisasi. Berbagai perusahaan berusaha mengembangkan sistem informasi untuk membantu mencapai tujuan perusahaan. Selain itu, sistem informasi juga dapat membuat suatu sistem menjadi efisien dan pada akhirnya akan meningkatkan produktivitas dan pendapatan perusahaan itu. Sistem informasi tidak selalu membawa keuntungan pada perusahaan yang menerapkannya. Sistem informasi dapat dikategorikan gagal jika dalam prakteknya terjadi beberapa kelemahan atau kekurangan.

Suatu sistem informasi dikatakan gagal jika sistem tersebut tidak mampu menunjang kebutuhan perusahaan. Kegagalan penerapan sistem informasi pada perusahaan jika sistem informasi tersebut tidak mencapai sasaran atau tujuan. Selain itu, sistem informasi juga dikatakan sia-sia jika tidak bermanfaat bagi perusahaan dan perusahaan telah mengeluarkan biaya yang sangat tinggi untuk sistem informasi namun sistem informasi tersebut tidak dapat digunakan.

Menurut pendapat Rosemary Cafasaro dalam O’Brien (1999) bahwa terdapat beberapa alasan yang menyebabkan kesuksesan atau kegagalan penerapan sistem informasi di dalam suatu perusahaan. Faktor-faktor yang dapat menjadi sebab kegagalan dalam penerapan sistem informasi yaitu kurangnya dukungan dari manajemen eksekutif dan input dari end-user, penyataan kebutuhan dan spesifikasi yang tidak lengkap dan selalu berubah-ubah serta inkompetensi secara teknologi.

SIM yang baik akan mampu menyediakan data dan kemampuan analisis perhitungan data-data. Dalam suatu organisasi, setiap tingkatan manajemen mempunyai kebutuhan-kebutuhan rencana sendiri yang berbeda. SIM yang dikembangkan harus mampu mendukung setiap kebutuhan tersebut. Dengan demikian suatu SIM manajemen yang baik harus mampu memberikan dukungan pada proses-proses berikut:

  • Proses perencanaan
  • Proses pengendalian
  • Proses pengambilan keputusan

Pengembangan sistem informasi memerlukan sumber daya yang tepat untuk membuat, mengelola atau melaksanakannya. Sistem informasi sebaiknya sesuai dengan kebutuhan dan permintaan perusahaan. Selain itu, sistem informasi sebaiknya memberikan manfaat secara nyata baik dalam hal efisiensi maupun efektivitas dari perusahaan. Kegagalan dari sistem ini tidak terlepas dari beberapa identifikasi faktor berikut, antara lain :

1. Perencanaan sistem informasi tidak matang atau tidak sesuai dengan kebutuhan.

Sistem informasi sebaiknya harus ditentukan maksud dan tujuannya. Setelah itu, menambahkan komponen-komponen yang sesuai dengan tujuan utama dari sistem informasi tersebut. Perencanaan sistem informasi sebaiknya sejalan dengan tujuan dan komponen-komponen yang telah ditentukan sehingga tidak keluar dari jalur utama yang telah ditetapkan. Sistem informasi yang tidak sesuai dengan kebutuhan akan menghambat tujuan dari perusahaan tersebut. Sistem informasi yang menghambat, lambat laun akan ditinggalkan sehingga sistem informasi tersebut tidak memiliki manfaat. Sistem informasi tersebut dapat dikatakan mengalami kegagalan karena tidak mampu mencapai tujuan perusahaan. Perusahaan mengalami kerugian yang cukup besar dalam merencanakan dan merancang sistem informasi.

2. Dukungan dari petinggi perusahaan

Perencanaan dan pengembangan sistem informasi harus didukung oleh para manajer yang berkepentingan. Manajer sebaiknya aktif dan membantu pengembangan sistem informasi. Hal ini dikarenakan sistem informasi ini akan diterapkan pada perusahaan secara keseluruhan sehingga alangkah baiknya jika manajer ikut berperan dalam pengembangan dan penerapan sistem informasi. Jika manajer tidak mengetahui sistem informasi, tentu akan menyulitkan manajer tersebut dalam membuat keputusan. Hal ini akan menghambat kinerja perusahaan dan pencapaian sasaran menjadi lebih lama dari yang seharusnya.

3. Karyawan yang tidak mengetahui sistem informasi

Sistem informasi yang tidak disosialisasikan akan menyebabkan karyawan tidak dapat menggunakan sistem informasi tersebut. Hal ini akan berdampak pada menurunnya kinerja perusahaan dan kegagalan sistem informasi sehingga sistem informasi yang telah dirancang akan sia-sia serta menyebabkan kerugian materi yang cukup besar. Selain itu, waktu sosialisasi yang singkat dapat menjadi kendala dalam hal penerapan sistem informasi. Karyawan hanya mempelajari sedikit mengenai sistem informasi yang mereka gunakan sehingga kemampuan mereka terbatas. Menurut Pambudi (2003), harus ada penyesuaian tertentu dalam menerapkan sistem informasi. Penyesuaian terhadap strategi penerapan sistem yang baru harus disosialisasikan dengan jelas kepada karyawan.

Menurut Grace [1] dalam blognya, faktor-faktor yang menyebabkan kegagalan dalam pengembangan sistem informasi adalah karena:

a) Kurangnya dukungan dari pihak eksekutif atau manajemen.

b) Tidak memiliki perencanaan memadai mengenai tahapan dan arahan yang harus dilakukan.

c) Inkompetensi secara teknologi

d) Strategi dan tujuan yang tidak jelas ketika akan menerapkan sistem informasi

e) Tidak jelasnya kebutuhan terhadap sistem adalah salah satu penyebab gagalnya implementasi sistem informasi yang dilakukan oleh suatu perusahaan.

Menurut Yolivia dalam blognya [2], menurut Rosemary Cafasaro kegagalan sistem informasi adalah kurangnya dukungan dari manaejemen eksekutif dalam artian, pada tahap evaluasi dan pengambilan keputusan berdasarkan sistem informasi. Manajemen ekskutif dapat dikatakan kurang mempercayai informasi-informasi dan tidak mengawasi jalannya sistem tersebut. Sistem informasi yang dikembangkan adalah bertujuan untuk mempermudah penggunaan akhir (end user). Akan tetapi sistem informasi yang dikembangkan akan mengalami kegagalan bilamana pemakai akhir tidak memberikan balasan dari apa yang telah digunakan dan dilaksanakan. Karena hal ini dibutuhkan untuk mengevaluasi dari sistem informasi yang digunakan.

DAFTAR RUJUKAN

[1] http://grace.blogstudent.mb.ipb.ac.id/2010/12/23/kegagalan-pengembangan-atau-penerapan-sistem-informasi-di-suatu-organisasi-rosemary-cafasaro/

[2] http://yolivia.blogstudent.mb.ipb.ac.id/2010/12/24/penyebab-kegagalan-dalam-pengembangan-maupun-penerapan-sistem-informasi-di-suatu-organisasi-dengan-merujuk-pada-pendapat-rosemary-cafasaro/

DAFTAR KOMENTAR

http://grace.blogstudent.mb.ipb.ac.id/2010/12/23/kegagalan-pengembangan-atau-penerapan-sistem-informasi-di-suatu-organisasi-rosemary-cafasaro/comment-page-1/#comment-3

mira aji indrasari says:

Terima kasih atas penjelasan sdri. Grace mengenai kegagalan dari penerapan sistem informasi di suatu organisasi berdasarkan pendapat rosemary cafasaro. Saya setuju dengan pendapat sdri. Grace yang menyebutkan faktor-faktor penyebab kegagalan penerapan SIM yaitu tidak jelasnya kebutuhan terhadap sistem adalah salah satu penyebab gagalnya implementasi sistem informasi yang dilakukan oleh suatu perusahaan. Kegagalan penerapan SIM yang salah sasaran hanya akan membuat perusahaan rugi dalam hal materi sementara sistem informasi tidak dapat digunakan. Terima kasih.

http://yolivia.blogstudent.mb.ipb.ac.id/2010/12/24/penyebab-kegagalan-dalam-pengembangan-maupun-penerapan-sistem-informasi-di-suatu-organisasi-dengan-merujuk-pada-pendapat-rosemary-cafasaro/comment-page-1/#comment-7

By mira aji indrasari, 27/12/2010 @ 14:05

Terima kasih atas penjelasan dari sdri. Yolivia mengenai penyebab kegagalan dalam pengembangan maupun impelementasi penerapan sistem informasi di suatu organisasi. Saya setuju dengan pendapat Yolivia yang menyebutkan bahwa Kurangnya dukungan dan partisipasi atasan baik manajemen maupun pimpinan dalam ikutserta merancang teknologi sistem informasi yang akan dibuat adalah merupakan salah satu penyebab kegagalan penerapan sistem informasi. Manajemen berperan penting dalam perancangan SIM. Tanpa partisipasi aktif dari pihak manajemen, maka sistem informasi yang dibuat terkadang akan keluar dari jalur tujuan dan kebutuhan dari perusahaan. Terima kasih.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.